Serah terima KKN 2015; Jangan gengsi dengan 3 kecerdasan
Serah terima KKN 2015; Jangan gengsi dengan 3 kecerdasan

Kamis, (10/12/2015) Serah Terima KKN di Kecamatan Candipuro terlaksana sesuai jadwal. Acara ini merupakan acara simbolis menyerahkan peserta KKN mahasiswa dengan pejabat setempat. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Kecamatan, Danramil dan Kapolsek setempat. Acara tersebut dimulai pada Jam 09.04 WIB di kantor Kecamatan Candipuro Lumajang.

Untuk perwakilan dari kampus IAI Syarifuddin adalah Wakil Rektor I, Drs. H. Satuyar Mufid, M.A. panitia KKN, peserta KKN sejumlah 140 mahasiswa terdiri (89 dari Prodi PAI & 51 dari Prodi Ekonomi Syariah), dan Dewan Pembimbing Lapangan (DPL) sejumlah 16 DPL.

Dalam acara tersebut Haidar Idris, M.Th.I selaku ketua panitia KKN 2015, selain memberi sambutan terkait laporan serah terima ini, juga berulangkali berpesan pada peserta KKN untuk tidak menggurui terhadap prilaku yang akan diterapkan kepada masyarakat Candipuro.

Menurutnya, semua peserta KKN 2015 tujuannya untuk belajar, termasuk para DPL juga berlandasan membimbing mahasiswa yang sedang menjalankan prosesi KKN berbasis PAR ini.

Selang waktu kemudian sambutan dilanjut dengan perwakilan dari rektorat IAI Syarifuddin, yang hal ini disampaikan oleh wakil rektor I IAI Syarifuddin. Sambutan beliau tidak jauh beda dengan keinginan panitia, hanya ada tambahan meminta pengarahan, bimbingan terhadap semua peserta KKN 2015, karena mengingat tujuan dari KKN itu sendiri adalah bisa belajar dan bermanfaat bagi yang lain (rahmatal lil ‘alamiin). Selang kemudian Warek I IAIS menyerahkan peserta secara seremonial terhadap perwakilan kecamatan setempat.

Sementara sambutan dari bapak camat Candipuro,  Yoga Pratomo, S.STP. secara seremonial menerima dengan senang hati atas kehadiran peserta KKN IAI Syarifuddin di kecamatan Candipuro ini. Antusiasme dari bapak Camat sangat berharap atas kehadiran para peserta KKN ini bisa menularkan arti dari pentingnya pendidikan, karena menurut beliau dapat mempengarui pola fikir berkehidupan bermasyarakat termasuk dari segi ekonominya.

Pesan kedua bapak yang akrap disebut Pak Yoga itu, adalah peserta KKN 2015 ini dapat mengatasi ODF (Open Defecation Free) dalam waktu 40 hari kedepan. Diataranya bagi yang Jurusan Pendidikan Agama Islam bisa bekerjasama dengan para guru ngaji dengan tujuan sharing masalah ilmu keagamaan.

Termasuk dari memberikan penyuluhan tentang pergaulan bebas remaja, semisal dampak dari mengasumsi minuman beralkohol seperti opolosan, atau pergaulan bebas di masayarakat Candipuro, kata pak camat dengan sangat berharap.

 

Pesan pak camat juga tidak terlalu teknis dalam menerima peserta KKN ini, karena beliau yakin aturan yang diberikan oleh IAI Syarifuddin sudah dianggap matang, jadi saran beliau lakukan KKN sesuai pedoman KKN yang diberikan oleh kampusnya. Jangan gengsi untuk kerja dengan 3 kecerdasan (Spiritual, Intelektual, dan Emosional). (ardi/soen)

Reporter : Ardi Zaini